TELUR
oleh : H. Muhyi Fadlil, S.Pd.
Semua orang berpendapat bahwa 'BUMI RATA SEPERTIMEJA kecuali
Setelah Columbus berfikir keras ditemukanlah akal, dengan menggelar sebuah sayembara unik, "Siapa saja yang dapat mendirikan sebutar telur, dialah orang yang pantas diikuti pendapatnya."
Banyak orang mencoba mengikuti sayembara ini, namun sebanyak itu pula peserta menyerah. Seteiah berkali-kali mencoba mendirikan sebutir telur, tidak seorang pun di antara mereka berhasil, sehingga dengan sukarela, terpaksa atau sangat terpaksa, mereka mengakui kekalahannya.
Kemudian dengan mantap,
Sejak saat itu orang mengikuti pendapat
Sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul, Muhammad SAW sudah pemah mendapat julukan AI-Amin, atau 'orang yang dapat dipercaya' Predikat itu diberikan orang-orang Arab/ Quraisy setelah melalui pengamatan dan proses panjang. Beliau sukses menjadi peternak, jujur dalam berdagang, dan mampu menggerakkan umat dalam kebersamaan mengangkat hajar aswad, untuk kemudian beliau pasang di tempatnya pada saat Ka'bah direnovasi.
Anehnya setelah beliau mendapat kepercayaan dari Allah SWT untuk menyebarkan ajaran Islam, banyak orang yang tadinya menghormati berbalik memusuhi beliau. Bahkan banyak yang menuduh beliau sebagai orang gila. Malaikat yang mendengarnya sampai tidak tahan, dan menawarkan jasa baik kepada beliau, untuk menjitak orang-orang bodoh itu dengan gunung batu.
Bagaimana reaksi beliau? Sungguh di luar perhitungan akal manusia pada umumnya, beliau menampik halus tawaran simpatik malaikat itu dengan sabdanya, "Biarkan saja mereka yang berbuat demikian karena ketidaktahuan mereka."
Kemudian beliau berdoa, "Ya Allah tunjukilah kaumku yang berbuat demikian itu karena mereka belum tahu."
llmuwan sejati bukanlah keluaran perguruan tinggi, bahkan banyak di antara mereka yang tidak pernah sekolah. Mereka hanya memiliki sebuah keyakinan dari hasil olah pikir, dan dengan keyakinan itu mereka melakukan percobaan, gagal, mencoba lagi, gagal lagi, begitu seterusnya sampai berhasil.
Sekarang banyak orang-orang yang dianggap nyeieneh seperti Gus Dur (Presiden ketiga Rl-menurut versi penyaji), Jaya Suprana (pengelola MURI), Mardjoko (pemegang Piagam MuRoBan yang sudah jadi Bupati Banyumas), dan banyak lagi yang lainnya. Mereka adalah orang-orang yang teguh pendirian, penuh percaya diri dan mampu menunjukkan bahwa apa yang diucapkan dan diperbuatnya adalah benar, meski pada awalnya banyak orang mempertanyakan, bahkan mencemooh atau menyerangnya.
Kemandirian bukanlah sikap takabur seperti yang dimiliki Fir'aun, Namrud, Hitler dan sederet nama lainnya. Sebab manusia sebagai makhluk sosial, tidak mungkin hidup tanpa orang lain. Sebagai makhluk yang lemah, tak mungkin menentukan masa depannya tanpa pertolongan Allah.
Kemandirian juga bukan milik orang yang tidak berkepribadian. Kemandirian adalah kecenderungan untukterus menggali potensi diri dengan tetap melihat orang lain sebagai bagian dari kehidupannya. Kemandirian menyangkut sikap mental, yang sulit dirumuskan tetapi dapat dikenali pada pribadi yang menyandangnya.
Kesadaran sebagai makhluk Allah yang memiliki kebebasan memilih, bertindak dan berusaha; namun menyadari bahwa manusia tidak dapat menentukan hasil akhirnya. Dalam bahasa agama sering dirumuskan dengan ungkapan sederhana, "BERUSAHA KERAS PANTANG MENYERAH, BERDOA DENGAN KEYAKINAN ALLAH AKAN MENGABULKAN DOANYA, dan BERSERAH DIRI DENGAN MENERIMA SEGALA KETENTUAN ALLAH."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar