DEKLARATOR IKABA
  1. H. Warsono Nur Soleh ( Purnawirawan TNI, Mantan Kakansospol, dan mantan Ketua DPRD Kab. Banyumas )
  2. Mohammad Adib ( Ketua Fokus PKBM Kab. Banyumas, Pengurus Forum Komunikasi PKBM Nasional )
  3. H. Muhammad Zuhdi ( Guru, Motivator, Ahli Falak )
  4. H. Muhyi Fadlil ( Guru Profesional, Motivator, MAntan Kepala SMP/SMK, Mantan Penilik PGM , Ketua Museum Rekor Banyumas
  5. Akhmad Thontowi ( Guru Profesional, Motivator, PC ANSOR Kab. Banyumas, Kepala MI )
  6. Tri Septi Marhaeni ( Guru, Motivator, Pemberdaya Masyarakat )
  7. Hidayatulloh ( Guru, Ketua KSU )
  8. H. Khudori ( Guru, Aktifis LSM )
  9. Syaiun ( Guru, Motivator, Penulis )
  10. Wiwin Setiadi ( Guru, Motivator, Anggota PPK )
  11. Jaenah ( Pustakawati,Aktifis )
  12. Asroriyah Umar ( Aktris, Mahasiswi )
  13. Sisti Zulaikha ( Guru Motivator )
  14. Danan Setianto ( Manager KUD, Pendiri SSB )
  15. Suliyah ( Guru, Pemberdaya Masyarakat )
  16. Nurbatini ( Pustakawati, Tutor Kesetaraan )
  17. H. Sukirman ( Guru Pembimbing, Prektisi Hukum )
  18. Fatkhatul Mar'ah ( Mahasiswi, Tutor Kesetaraan )
  19. Rosyidin ( Karyawan Apotik )
  20. Rusmiyati ( Guru, Petani Profesional )
  21. Khoerul Anwar ( Pengusaha Muda )
  22. Ari Rakhman ( Operator Alat Berat )

MENYELENGGARAKAN


1. Diklat Kemandirian ( reguler ) materi antara lain :

Pokok :



Ayat-ayat kemandirian

Kewirausahaan

Analisa diri



Pilihan :



Menjahit

Aneka masakan ( tata boga )

Rias /kecantikan

Perdagangan & Koperasi

Aneka Kerajinan Tangan

Pertanian & Perkebunan

Jurnalistik & Kepenulisan

Komputer & Internet

Akrobatik berbasis Sepeda Roda Satu



2. Seminar / Lokakarya tentang berbagai hal yang aktual dan dibutuhkan masyarakat

3. Pembinaan pegawai/karyawan,kerja sama dengan instansi, perusahan, organisasi yang membutuhkan motivator bagi para pegawai / pekerja / anggota

4. Konsultasi dan bimbingan untuk umum dan peserta diklat selama pelatihan maupun setelah mereka bekerja.




Selasa, 01 Juli 2008

TELUR COLUMBUS

oleh : H. Muhyi Fadlil, S.Pd.

Semua orang berpendapat bahwa 'BUMI RATA SEPERTIMEJA kecuali Columbus seorang. Columbus dianggap orang aneh atau nyeleneh, bahkan ada yang menyebutnya sebagai orang gila. Marahkah dia? Temyata tidak. Dia justru berfikir keras, bagaimana meyakinkan orang-orang agar mereka mengerti bahwa apa yang dikatakannya benar dan telah dia buktikan sendiri.

Setelah Columbus berfikir keras ditemukanlah akal, dengan menggelar sebuah sayembara unik, "Siapa saja yang dapat mendirikan sebutar telur, dialah orang yang pantas diikuti pendapatnya."

Banyak orang mencoba mengikuti sayembara ini, namun sebanyak itu pula peserta menyerah. Seteiah berkali-kali mencoba mendirikan sebutir telur, tidak seorang pun di antara mereka berhasil, sehingga dengan sukarela, terpaksa atau sangat terpaksa, mereka mengakui kekalahannya.

Kemudian dengan mantap, Columbus mengambil sebutir telur yang telah dimasak, dan pada bagian bawahnya ada rongga udara. Dia letakkan telur di atas meja dengan sedikit dihentakkan, sehingga bagian bawahnya retak dan telur itu dapat berdiri. Sebagian orang menggerutu, sebagian besar lainnya bersorak ramai menandai kemenangan Co­lumbus.

Sejak saat itu orang mengikuti pendapat Columbus, bahwa 'BUMI BULAT SEPERTI BO LA'. Alat bantu yang dia gunakan untuk sosialisasi hasil percobaannya pun sering dikaitkan dengan namanya menjadi TELUR COLUMBUS'. Dia menjadi tahu bahwa untuk meyakinkan orang akan sebuah kebenaran, diperlukan sebuah strategi, yang kadang tidak terkait langsung dengan materi pembahasan.

Sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul, Muhammad SAW sudah pemah mendapat julukan AI-Amin, atau 'orang yang dapat dipercaya' Predikat itu diberikan orang-orang Arab/ Quraisy setelah melalui pengamatan dan proses panjang. Beliau sukses menjadi peternak, jujur dalam berdagang, dan mampu menggerakkan umat dalam kebersamaan mengangkat hajar aswad, untuk kemudian beliau pasang di tempatnya pada saat Ka'bah direnovasi.

Anehnya setelah beliau mendapat kepercayaan dari Allah SWT untuk menyebarkan ajaran Islam, banyak orang yang tadinya menghormati berbalik memusuhi beliau. Bahkan banyak yang menuduh beliau sebagai orang gila. Malaikat yang mendengarnya sampai tidak tahan, dan menawarkan jasa baik kepada beliau, untuk menjitak orang-orang bodoh itu dengan gunung batu.

Bagaimana reaksi beliau? Sungguh di luar perhitungan akal manusia pada umumnya, beliau menampik halus tawaran simpatik malaikat itu dengan sabdanya, "Biarkan saja mereka yang berbuat demikian karena ketidaktahuan mereka."

Kemudian beliau berdoa, "Ya Allah tunjukilah kaumku yang berbuat demikian itu karena mereka belum tahu."

llmuwan sejati bukanlah keluaran perguruan tinggi, bahkan banyak di antara mereka yang tidak pernah sekolah. Mereka hanya memiliki sebuah keyakinan dari hasil olah pikir, dan dengan keyakinan itu mereka melakukan percobaan, gagal, mencoba lagi, gagal lagi, begitu seterusnya sampai berhasil.

Sekarang banyak orang-orang yang dianggap nyeieneh seperti Gus Dur (Presiden ketiga Rl-menurut versi penyaji), Jaya Suprana (pengelola MURI), Mardjoko (pemegang Piagam MuRoBan yang sudah jadi Bupati Banyumas), dan banyak lagi yang lainnya. Mereka adalah orang-orang yang teguh pendirian, penuh percaya diri dan mampu menunjukkan bahwa apa yang diucapkan dan diperbuatnya adalah benar, meski pada awalnya banyak orang mempertanyakan, bahkan mencemooh atau menyerangnya.

Kemandirian bukanlah sikap takabur seperti yang dimiliki Fir'aun, Namrud, Hitler dan sederet nama lainnya. Sebab manusia sebagai makhluk sosial, tidak mungkin hidup tanpa orang lain. Sebagai makhluk yang lemah, tak mungkin menentukan masa depannya tanpa pertolongan Allah.

Kemandirian juga bukan milik orang yang tidak berkepribadian. Kemandirian adalah kecenderungan untukterus menggali potensi diri dengan tetap melihat orang lain sebagai bagian dari kehidupannya. Kemandirian menyangkut sikap mental, yang sulit dirumuskan tetapi dapat dikenali pada pribadi yang menyandangnya.

Kesadaran sebagai makhluk Allah yang memiliki kebebasan memilih, bertindak dan berusaha; namun menyadari bahwa manusia tidak dapat menentukan hasil akhirnya. Dalam bahasa agama sering dirumuskan dengan ungkapan sederhana, "BERUSAHA KERAS PANTANG MENYERAH, BERDOA DENGAN KEYAKINAN ALLAH AKAN MENGABULKAN DOANYA, dan BERSERAH DIRI DENGAN MENERIMA SEGALA KETENTUAN ALLAH."